30 October 2011

Armene Modi: Membuat Perubahan dengan Sepeda

Tak ada yang meragukan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Juga para penduduk Sone Sangvi, sebuah desa di India. Semua keluarga di desa itu menyekolahkan anak-anak mereka.


Namun tantangannya muncul ketika anak-anak itu sudah sampai kelas tujuh. Mereka harus melanjutkan sekolah  ke kota yang jauhnya lebih kurang satu jam berjalan kaki. Maklum saja, hanya ada tiga sekolah lanjutan untuk melayani 10 desa di kawasan itu.

Orang tua biasanya akan membelikan sepeda kepada para anak-anak laki-laki. Ini akan menghemat perjalanan menjadi beberapa menit saja. Namun, sayangnya, anak-anak perempuan tak mendapat perlakuan serupa. Menginvestasikan uang untuk membeli sepeda bagi gadis remaja dianggap pemborosan --selain karena mereka tidak punya cukup uang untuk membelinya. Anak-anak perempuan biasanya akan dinikahkan muda dan karena itu tidak perlu dibelikan sepeda.

Armene Modi terkejut ketika mengetahui hal itu. Sebagaimana diceritakan Armanda Molinaro pada situs www.myhero.com, Armene Modi yang berprofesi sebagai sutradara film ini, awalnya keheranan ketika berkunjung ke desa itu pertama kali. Di sana ia menemukan gadis-gadis belia yang mengenakan mangalsutra. Mangalsutra adalah kalung manik-manik berwarna emas dan hitam yang dikenakan oleh wanita sebagai simbol perkawinan. Banyak gadis di sana ia lihat sudah menggendong bayi pada usia yang muda sekali. Mengapa semuda itu mereka sudah menikah?


Dia mulai menyelidiki, dan menemukan bahwa sekolah lanjutan lebih dari satu jam jauhnya dari desa-desa. Ketika menamatkan kelas tujuh, anak laki-laki akan dibelikan sepeda sedangkan anak perempuan dibiarkan menempuh perjalanan sejam lebih berjalan kaki. Ini menjadi pendorong bagi para anak-anak perempuan untuk tidak sekolah dan pasrah dinikahkan muda.

Ketika Modi mendengar hal ini, dia berpikir,  jika hanya karena sepeda yang dapat membuat anak-anak perempuan melanjutkan sekolah dan menghindari mereka dari kawin muda, maka yang diperlukan adalah menyediakan sepeda bagi para anak-anak perempuan itu.

Maka Armene Modi mulai mendirikan 'Bank Sepeda' yang mengupayakan penyediaan sepeda bagi anak-anak perempuan. Sepeda itu diberikan kepada anak-anak perempuan yang akan melanjutkan sekolahnya, dengan catatan jika mereka sudah tamat, sepeda itu dikembalikan lagi kepada 'Bank' dan selanjutnya akan diberikan lagi untuk dipakai anak-anak perempuan lain yang akan melanjutkan sekolahnya.

Salah seorang yang menerima sepeda adalah gadis 14 tahun bernama Bharati Phakad Tanggal. Sekarang dia bisa naik sepeda ke sekolah dalam 15 menit dan sangat termotivasi untuk belajar. Dia bercita-cita kelak akan menjadi kepala distrik di wilayah itu sehingga  ia dapat membuat keputusan untuk membantu orang lain. "Ada banyak orang yang hidup di jalanan," katanya. "Aku akan membantu mereka. Ada begitu banyak orang di dunia ini yang bahkan tidak mendapatkan satu kali makan sehari. Aku akan membantu mereka. Aku ingin memberantas kemiskinan dari negara ini."

Armene Modi juga membuka 'bank sepeda' nya di desa-desa lain di India, terutama di wilayah dimana kaum perempuan mengalami kendala bersekolah karena alasan transportasi.

Ciputat, 29 November 2011

eben ezer siadari
www.writingforlife.net

No comments: